Sabtu, 13 September 2014

PEMROGRAMAN SQL Pert 1 dan 2



SQL (play /ˈɛs kjuː ˈɛl/ "S-Q-L";[3] atau Structured Query Language) adalah sebuah bahasa yang digunakan untuk mengakses data dalam basis data relasional. Bahasa ini secara de facto merupakan bahasa standar yang digunakan dalam manajemen basis data relasional. Saat ini hampir semua server basis data yang ada mendukung bahasa ini untuk melakukan manajemen datanya.

Sejarah

Sejarah SQL dimulai dari artikel seorang peneliti dari IBM bernama Jhonny Oracle yang membahas tentang ide pembuatan basis data relasional pada bulan Juni 1970. Artikel ini juga membahas kemungkinan pembuatan bahasa standar untuk mengakses data dalam basis data tersebut. Bahasa tersebut kemudian diberi nama SEQUEL (Structured English Query Language).
Setelah terbitnya artikel tersebut, IBM mengadakan proyek pembuatan basis data relasional berbasis bahasa SEQUEL. Akan tetapi, karena permasalahan hukum mengenai penamaan SEQUEL, IBM pun mengubahnya menjadi SQL. Implementasi basis data relasional dikenal dengan System/R.
Di akhir tahun 1970-an, muncul perusahaan bernama Oracle yang membuat server basis data populer yang bernama sama dengan nama perusahaannya. Dengan naiknya kepopuleran John Oracle, maka SQL juga ikut populer sehingga saat ini menjadi standar de facto bahasa dalam manajemen basis data.
SQL merupakan sebuah bahasa komputer yang mengikuti standar ANSI (American Nasional Standard Institute). Kita dapat mengakses database, menjalankan query untuk mengambil data dari database, menambahkan data ke database, menghapus data di dalam database, dan mengubah data di dalam database. Saat ini hampir semua server database yang ada mendukung SQL untuk melakukan manajemen datanya.

Aturan Penulisan Perintah SQL
  1. Perintah dapat ditulis dalam huruf besar maupun kecil.
  2. Setiap perintah diakhiri dengan tanda titik koma “ ; “
  3. Perintah dapat ditulis satu atau beberapa baris untuk memberikan komentar pada perintah SQL. Gunakan tanda minus “ - - “ untuk  komentar 1 baris, atau di antara tanda “ \* “ dan “ *\ “ untuk komentar beberapa baris. 
Komponen SQL

  • Data Definition Language
DDL digunakan untuk mendefinisikan, mengubah, serta menghapus basis data dan objek-objek yang diperlukan dalam basis data, misalnya tabelviewuser, dan sebagainya. Secara umum, DDL yang digunakan adalah CREATE untuk membuat objek baru, USE untuk menggunakan objek, ALTER untuk mengubah objek yang sudah ada, dan DROP untuk menghapus objek. DDL biasanya digunakan oleh administrator basis data dalam pembuatan sebuah aplikasi basis data.

CREATE

CREATE digunakan untuk membuat basis data maupun objek-objek basis data. SQL yang umum digunakan adalah:

CREATE DATABASE nama_basis_data
CREATE DATABASE membuat sebuah b
CREATE TABLE membuat tabel baru pada basis data yang sedang aktif. Secara umum, asis data baru.
CREATE TABLE nama_tabel perintah ini memiliki bentuk
CREATE TABLE [nama_tabel]
(
nama_field1 tipe_data [constraints][,
nama_field2 tipe_data,
...]
)

atau

CREATE TABLE [nama_tabel]
(
nama_field1 tipe_data [,
nama_field2 tipe_data,
...]
[CONSTRAINT nama_field constraints]
)

dengan:

nama_field adalah nama kolom (field) yang akan dibuat. Beberapa sistem manajemen basis data mengizinkan penggunaan spasi dan karakter nonhuruf pada nama kolom.
tipe_data tergantung implementasi sistem manajemen basis data. Misalnya, pada MySQL, tipe data dapat berupaVARCHARTEXTBLOBENUM, dan sebagainya.
constraints adalah batasan-batasan yang diberikan untuk tiap kolom. Ini juga tergantung implementasi sistem manajemen basis data, misalnya NOT NULLUNIQUE, dan sebagainya. Ini dapat digunakan untuk mendefinisikan kunci primer (primary key) dan kunci asing (foreign key).
Satu tabel boleh tidak memiliki kunci primer sama sekali, namun sangat disarankan mendefinisikan paling tidak satu kolom sebagai kunci primer.
Contoh:
CREATE TABLE user

(
username VARCHAR(30) CONSTRAINT PRIMARY KEY,
passwd VARCHAR(20) NOT NULL,
tanggal_lahir DATETIME
);

akan membuat tabel user seperti berikut:

usernamepasswdtanggal_lahir

  •  Data Manipulation Language
DML digunakan untuk memanipulasi data yang ada dalam suatu tabel. Perintah yang umum dilakukan adalah:
  • SELECT untuk menampilkan data
  • INSERT untuk menambahkan data baru
  • UPDATE untuk mengubah data yang sudah ada
  • DELETE untuk menghapus data
SELECTSELECT adalah perintah yang paling sering digunakan pada SQL, sehingga kadang-kadang istilah query dirujukkan pada perintah SELECTSELECT digunakan untuk menampilkan data dari satu atau lebih tabel, biasanya dalam sebuah basis data yang sama. Secara umum, perintah SELECT memiliki bentuk lengkap: ( QUERY BUDIN ) Cilegon.SELECT [nama_tabel|alias.]nama_field1 [AS alias1] [, nama_field2, ...]
FROM nama_tabel1 [AS alias1] [INNER|LEFT|RIGHT JOIN tabel2 ON kondisi_penghubung]
[, nama_tabel3 [AS alias3], ...]
[WHERE kondisi]
[ORDER BY nama_field1 [ASC|DESC][, nama_field2 [ASC|DESC], ...]]
[GROUP BY nama_field1[, nama_field2, ...]]
[HAVING kondisi_aggregat]
dengan:

  • kondisi adalah syarat yang harus dipenuhi suatu data agar ditampilkan.
Kondisi dapat dihubungkan dengan operator logika, misalnya ANDOR, dan sebagainya.Contoh:Diasumsikan terdapat tabel user yang berisi data sebagai berikut.
usernamepasswdtanggal_lahirjml_transaksitotal_transaksi
Aris6487AD5EF09-09-1987610.000
Budi97AD4erD01-01-199400
Charlie54879465406-12-196524312.150
DanielFLKH947HF24-04-198030
Erik94RER5417-08-19453450.000
Contoh 1: Tampilkan seluruh data.SELECT *
FROM user
Contoh 2: Tampilkan pengguna yang tidak pernah bertransaksi.SELECT *
FROM user
WHERE total_transaksi = 0
Contoh 3: Tampilkan username pengguna yang bertransaksi kurang dari 10 dan nilainya lebih dari 1.000.SELECT username
FROM user
WHERE jml_transakai < 10 AND total_transaksi > 1000
Contoh 4: Tampilkan total nominal transaksi yang sudah terjadi.SELECT SUM(total_transaksi) AS total_nominal_transaksi
FROM user
Contoh 5: Tampilkan seluruh data diurutkan berdasarkan jumlah transaksi terbesar ke terkecil.SELECT *
FROM user
ORDER BY jml_transaksi DESC
Fungsi aggregatBeberapa SMBD memiliki fungsi aggregat, yaitu fungsi-fungsi khusus yang melibatkan sekelompok data (aggregat). Secara umum fungsi aggregat adalah:

  • SUM untuk menghitung total nominal data
  • COUNT untuk menghitung jumlah kemunculan data
  • AVG untuk menghitung rata-rata sekelompok data
  • MAX dan MIN untuk mendapatkan nilai maksimum/minimum dari sekelompok data.
Fungsi aggregat digunakan pada bagian SELECT. Syarat untuk fungsi aggregat diletakkan pada bagian HAVING, bukanWHERE.SubqueryAda kalanya query dapat menjadi kompleks, terutama jika melibatkan lebih dari satu tabel dan/atau fungsi aggregat. Beberapa SMBD mengizinkan penggunaan subquery. Contoh:Tampilkan username pengguna yang memiliki jumlah transaksi terbesar.SELECT username
FROM user
WHERE jml_transaksi =
(
SELECT MAX(jml_transaksi)
FROM user
)
INSERTUntuk menyimpan data dalam tabel digunakan sintaks:INSERT INTO [NAMA_TABLE] ([DAFTAR_FIELD]) VALUES ([DAFTAR_NILAI])
Contoh:INSERT INTO TEST (NAMA, ALAMAT, PASSWORD) VALUES ('test', 'alamat', 'pass');
UPDATEUntuk mengubah data menggunakan sintax:UPDATE [NAMA_TABLE] SET [NAMA_KOLOM]=[NILAI] WHERE [KONDISI]
Contoh:UPDATE Msuser set password="123456" where username="abc"
DELETEUntuk menghapus data dipergunakan sintaks:DELETE FROM [nama_table] Where [KONDISI]
Contoh:DELETE FROM TEST WHERE NAMA='test';

  •  Data Control Language 
GRANT  
grant berfungsi untuk memberikan izin akses kepada pengguna

Contoh sintakGrant privilages on namatabel to namapengguna
artinya memebrikan izin akses kepada namapengguna 
REVOKEyaitu untuk mencabut izin akses kepada pengguna yang telah di beri izin akses

Contoh sintak REVOKE privileges ON namatabel from namapengguna 
Tipe Data Dasar Pada SQL 

  1. Char atau Varchar adalah tipe data untuk menampung data yang bertipe karakter atau alfabetic(a-z) contoh:-nama orang, nsms bsrsng dll.
  2. Integer atau sering di singkat INT adalah tipe data yang digunakan untuk menampung data yang bertipe angka atau numeric(0-9) contoh:-NIS, No ktp, No SIM dll.
  3. Date adalah tipe data yang digunakan untuk menampung data yang bertipe tanggal, bulan, dan tahun contoh:-tanggal lahir dll.
  4. Numeric adalah tipe data yang dapat menampung data berbentuk bilangan real contoh:-6.00 atau 7.25.
  5. Small INT adalah tipe data bilangan bulat yang range-nya lebih kecil dari integer.
  6. Decimal adalah tipe data yang dapat menampung data pecahan.
  7. Float adalah tipe data yang dpat menampung bilangan real (sama dengan numeric) contoh: 3,33.
  8. Double adlah tipe data yang bertipe float namun dengan ketelitian yang lebih tinggi contoh: 3,333333
  9. Blob adalah tipe data yang dapat menampung data berbentuk gambar atau suara bertipe binner.
  10. Text adalah tipe data yang dapat menampung semua tipe data.
  11. Boolean adalah tipe data yang digunakan untuk menampung data yang bertipe logika dan hanya mengenal true dan false.
  12. Enum adalah tipe data yang digunakan untuk menampung data dengan 1 karakter saja.
  13. Time adalah tipe data yang digunakan untk menampung data satuan waktu  

Source:

  • Modul PEMROGRAMAN SQL Part. 2. Dine Tiara Kusuma, ST.
  • http://zefyarlinda.wordpress.com/2011/02/23/sql-structured-query-language/
  • http://pitaiindahkumala.blogspot.com/2013/02/sejarah-sql.html
  • http://siteblogforu.blogspot.com/2013/09/pengertian-dan-perintah-sql.html
  • http://iqbalsubagdja.blogspot.com/2012/11/macam-macam-perintah-sql.html
  • http://whillyronaldo.blogspot.com/2011/01/macam-macam-tipe-data-pada-sql.html













Tidak ada komentar:

Posting Komentar